8:00AM - 17:00PM.

Senin - Jumat.

Online 24x7 .

0812 3996 3897.

Email Us.

tmi@tmi-consultant.com.

STRATEGI MENINGKATKAN KONVERSI MELALUI AFFILIATE MARKETING

Table of Contents

Sudah menjalankan program affiliate marketing, tetapi jumlah klik belum banyak menghasilkan penjualan? Kondisi seperti ini perlu diperhatikan karena keberhasilan affiliate marketing tidak hanya dilihat dari seberapa banyak orang melihat atau mengklik tautan promosi.

Tujuan akhirnya adalah mendorong audiens melakukan tindakan yang sudah ditentukan, seperti membeli produk, mengisi formulir, mendaftar layanan, atau melakukan tindakan lain sesuai tujuan program.

Konversi terjadi ketika calon pelanggan melakukan tindakan tersebut. Karena itu, perusahaan perlu melihat perjalanan audiens mulai dari menemukan konten affiliate, mengakses tautan, memahami penawaran, hingga akhirnya mengambil keputusan.

Ada beberapa hal yang dapat diperhatikan untuk meningkatkan peluang konversi dalam program affiliate marketing.

Memahami Konversi Dalam Affiliate Marketing

Konversi adalah tindakan yang diharapkan terjadi setelah seseorang merespons aktivitas pemasaran. Dalam program affiliate, bentuk konversi bisa berbeda tergantung tujuan bisnis.

Untuk toko online, konversi mungkin berupa pembelian. Sementara itu, perusahaan yang menawarkan layanan dapat menggunakan pendaftaran atau pengisian formulir sebagai target konversi.

Contohnya, sebuah affiliate membagikan tautan produk kepada audiens. Dari 1.000 orang yang melihat konten, 100 orang mengklik tautan dan 10 orang melakukan pembelian.

Data tersebut memberikan gambaran bahwa perjalanan pelanggan tidak berhenti ketika mereka mengklik tautan. Masih ada proses yang perlu diperhatikan sebelum terjadi transaksi.

1. Pilih Affiliate Yang Relevan Dengan Produk

Konversi dapat dipengaruhi oleh kesesuaian antara produk dan audiens affiliate.

Affiliate dengan audiens yang relevan memiliki peluang untuk menyampaikan produk kepada orang yang memang membutuhkan atau tertarik terhadap produk tersebut.

Misalnya, produk perlengkapan olahraga dipromosikan oleh affiliate yang rutin membuat konten tentang olahraga. Audiensnya kemungkinan sudah memiliki ketertarikan terhadap topik yang berkaitan dengan produk.

Sebaliknya, promosi kepada audiens yang tidak memiliki kebutuhan terhadap produk akan membuat proses konversi menjadi lebih sulit. Karena itu, perusahaan perlu mempertimbangkan relevansi audiens ketika memilih affiliate.

Baca Juga : Mengenal Smart Service Excellence dan Perannya dalam Meningkatkan Kualitas Pelayanan

2. Buat Penawaran Yang Mudah Dipahami

Audiens perlu memahami apa yang mereka dapatkan ketika mengambil tindakan. Penawaran yang terlalu rumit bisa membuat calon pelanggan menunda keputusan.

Informasi seperti harga, manfaat produk, promo, periode penawaran, atau ketentuan pembelian sebaiknya disampaikan dengan jelas.

Misalnya, affiliate menawarkan kode promo khusus untuk audiensnya. Informasi mengenai besaran potongan dan cara penggunaannya perlu dijelaskan secara sederhana agar audiens tidak bingung ketika melakukan pembelian.

Semakin jelas informasi yang diterima, semakin mudah audiens memahami langkah yang harus dilakukan.

3. Arahkan Audiens Ke Halaman Yang Sesuai

Tautan affiliate sebaiknya mengarahkan audiens ke halaman yang relevan dengan produk atau penawaran yang sedang dibahas.

Bayangkan seseorang melihat konten yang membahas satu produk tertentu, tetapi ketika mengeklik tautan, ia justru diarahkan ke halaman utama website yang berisi banyak pilihan. Kondisi seperti ini bisa membuat calon pelanggan harus mencari produk kembali.

Landing page atau halaman produk yang sesuai dapat membantu memperpendek proses tersebut.

Halaman tujuan juga perlu memberikan informasi yang cukup mengenai produk, manfaat, harga, cara membeli, dan tindakan berikutnya.

4. Gunakan Call To Action Yang Jelas

Audiens perlu mengetahui apa yang harus dilakukan setelah melihat konten.

CTA dapat berupa ajakan untuk melihat produk, mendapatkan informasi lebih lanjut, menggunakan kode promo, mendaftar, atau membeli produk.

Contohnya, daripada menggunakan kalimat yang terlalu umum seperti “Cari tahu lebih lanjut”, affiliate dapat memberikan arahan yang lebih jelas sesuai tujuan kampanye.

CTA yang jelas membantu audiens memahami langkah berikutnya tanpa harus menebak tindakan yang perlu dilakukan.

5. Manfaatkan Data Untuk Menemukan Hambatan Konversi

Data menjadi bagian penting dalam mengevaluasi perjalanan audiens.

Perusahaan dapat membandingkan jumlah orang yang melihat konten, mengklik tautan, masuk ke halaman produk, hingga melakukan transaksi.

Misalnya, jumlah klik affiliate cukup tinggi tetapi transaksi rendah. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa ada bagian dari perjalanan pelanggan yang perlu diperiksa lebih lanjut.

Kemungkinan masalahnya bisa berkaitan dengan halaman produk, harga, penawaran, informasi yang kurang jelas, proses pembayaran, atau faktor lainnya. Data tidak langsung menunjukkan penyebabnya, tetapi dapat membantu perusahaan menentukan bagian mana yang perlu ditelusuri.

Baca Juga : Cara Menjelaskan Informasi kepada Pelanggan Tanpa Membuat Mereka Bingung

6. Uji Beberapa Pendekatan Promosi

Tidak semua pendekatan promosi akan memberikan hasil yang sama. Karena itu, perusahaan dan affiliate dapat melakukan pengujian terhadap beberapa pendekatan.

Misalnya, affiliate mencoba dua jenis CTA, dua format konten, atau dua cara menjelaskan manfaat produk. Hasilnya kemudian dibandingkan berdasarkan indikator yang telah ditentukan.

Pengujian seperti ini membantu perusahaan memahami pendekatan mana yang memberikan respons lebih baik dari audiens tertentu.

Yang perlu diperhatikan, pengujian sebaiknya dilakukan dengan indikator yang jelas agar hasilnya dapat dibandingkan secara lebih terarah.

Konversi Tidak Hanya Ditentukan Oleh Affiliate

Affiliate memang memiliki peran dalam menarik perhatian dan mengarahkan audiens, tetapi proses konversi juga dipengaruhi oleh pengalaman setelah audiens mengklik tautan.

Produk yang ditawarkan, harga, kualitas informasi, halaman website, proses pembelian, hingga pelayanan kepada pelanggan dapat mempengaruhi keputusan.

Karena itu, meningkatkan konversi affiliate marketing membutuhkan kerja sama antara aktivitas affiliate dan proses pemasaran yang berada di belakangnya.

Jika affiliate sudah menghasilkan traffic tetapi halaman produk tidak memberikan informasi yang memadai, potensi konversi tetap bisa terhambat.

Pantau Performa Affiliate Secara Berkala

Evaluasi secara berkala membantu perusahaan mengetahui perkembangan program. Jangan hanya melihat jumlah klik atau jumlah konten yang dibuat.

Beberapa indikator yang dapat dipantau antara lain:

  1. Jumlah klik affiliate.
  2. Jumlah leads.
  3. Jumlah transaksi.
  4. Tingkat konversi.
  5. Nilai penjualan.
  6. Komisi yang dibayarkan.
  7. Pendapatan yang dihasilkan.
  8. Performa masing-masing affiliate.

Dari data tersebut, perusahaan dapat melihat affiliate dan aktivitas promosi yang memberikan kontribusi terhadap tujuan program.

Bangun Program Affiliate Marketing Bersama TMI Consultant

Meningkatkan konversi dalam affiliate marketing membutuhkan pemahaman mengenai partner, konten, penawaran, landing page, hingga pengukuran performa. Setiap bagian perlu diperhatikan karena perjalanan calon pelanggan tidak berhenti ketika mereka melihat konten atau mengklik tautan.

TMI Consultant menyediakan Training Program Affiliate Marketing yang membahas konsep affiliate marketing, struktur komisi, strategi akuisisi affiliate, konten promosi, landing page, email marketing, analitik performa, SEO, serta manajemen hubungan dengan affiliate.

Pelatihan ini dapat membantu peserta memahami bagaimana mengelola program affiliate secara lebih terarah, termasuk melihat data dan melakukan evaluasi terhadap aktivitas yang telah dijalankan.

Informasi dan konsultasi:

FAQ Tentang Program Affiliate Marketing

Q : Apakah ada jumlah minimal peserta Training Program Affiliate Marketing?
A : Tidak ada jumlah minimal peserta. Jumlah peserta dapat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan atau peserta.

Q : Apakah jadwal Training Program Affiliate Marketing bisa disesuaikan?
A : Ya, jadwal pelatihan dapat didiskusikan dan disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan maupun peserta.

Q : Apakah TMI Consultant menyediakan In House Training untuk Program Affiliate Marketing?
A : Bisa. TMI Consultant menyediakan program In House Training yang dapat dilaksanakan di perusahaan klien dengan materi yang disesuaikan dengan kebutuhan dan tujuan pengembangan kompetensi.

 

Klik Di Sini Dan Temukan Pelatihan Yang Sesuai Dengan Kebutuhan Anda

Jadwal Fix Running
Sosial Media
Lokasi Kami
Training Kami